Enyunat bayi perempuan

Kebetulan kedua anak saya adalah anak perempuan. Waktu anak pertama dulu, saya bersitegang dengan orangtua yang menginginkan saya ‘menyunat’ anak pertama saya, Naia. Menurut ibu saya, tidak betul-betul disunat, tapi biasanya tim medis hanya sekedar membersihkan area klitoris si anak saja, tidak ada pemotongan sama sekali. Tapi saya tetap tidak setuju karena ini hanya berupa adat dan kebiasaan saja. Tidak ada hadits yang menyatakan anak bayi perempuan harus disunat.

Pada anak kedua, debat ini tidak berlanjut karena saya sudah jelas-jelas tidak menginginkan kebiasaan adat ini untuk dijalankan, karena tidak ada guna & manfaatnya, sekalipun hanya sekedar ‘formalitas’.